Analisis Masalah dan Kerangka Konseptual

Kurikulum menurut Taba (1968) dan Van Den Akker (1998) adalah rencana untuk belajar. Rencana ini terbagi kedalam beberapa level pendidikan yaitu level micro (ruang kelas), level meso (Sekolah atau institusi), dan level macro (Provinsi atau nasional). Jenis Kurikulum menurut Goodlad, ada 5 format perencanaan kurikulum yaitu kurikulum Ideal (Idealogical Curriculum), kurikulum sebagaimana diharapkan oleh para ahli dan guru; Kurikulum formal (formal Curriculum) yang disetujui dan disahkan oleh pemerintah; Kurikulum bayangan (Percived Curriculum) yaitu kurikulum yang ada dalam pikiran yang diinginkan oleh orang dan guru; Kurikulum operasional (Operational Curriculum) yaitu kurikulum yang dilaksanakan didalam kelas; Kurikulum pengalaman (Experience Curriculum) yaitu kurikulum yang dialami oleh murid.

Berdasarkan analisis kurikulum matematika tingkat SMP terdapat kesenjangan antara implementasi kurikulum dengan kurikulum yang diinginkan, antara kurikulum ideal dengan kurikulum yang diinginkan siswa yang diasumsikan dikarenakan masalah pada pemahaman dan sikap siswa terhadap matematika sehingga untuk mengurangi kesenjangan ini dikenalkanlah RME. Teori RME terbagi menjadi 5 karakteristik yang merupakan kombinasi dari 3 tingkatan Van Hiele, Fenomena mendidik Freudenthal dan matematika progresif Treffer yaitu penggunaan real konteks sebagai titik tolak dalam belajar matematika, penggunaan model yang menekankan penyelesaian secara informal sebelum menggunakan cara formal atau rumus, mengaitkan berbagai topik dalam matematika, penggunaan metode interaktif dalam belajar matematika, dan menghargai ragam jawaban siswa. Peran guru RME adalah sebagai fasilitator, penyelenggara, pembimbing, dan sebagai pengevaluasi (De Lange, 1996; Gravemeijer, 1994). Sedangkan peran siswa dalam kelas RME adalah sebagian besar bahwa mereka bekerja secara individual atau dalam kelompok, mereka aktif dan harus lebih mandiri. Lingkungan belajar yang diperlukan guru tidak hanya teori RME, tetapi juga keterampilan yang terkait bagaimana menggunakan ilmu pengetahuan dan mengajarkan materi di ruang kelas. Lingkungan belajar ini terdiri dari 3 komponen yaitu kelas yang berbasis lingkungan belajar, lingkungan belajar maya ( dukungan web), dan RME bahan pembelajaran yg dapat dicontoh.

Tiga strategi yang sering digunakan dalam implementasi kurikulum yaitu memperlakukan guru sebagai pembelajar, menggunakan materi kurikulum yang baik, dan belajar dengan merancang. Pembelajaran diartikan sebagai proses belajar mengajar. Belajar mengajar dengan menggunakan pendekatan baru bukanlah tugas yang mudah bagi guru. Mereka harus menguasai seperangkat keterampilan yang berhubungan dengan isi yang akan diajarkan, bagaimana murid belajar dan cara mengajar. Selain itu, mereka harus belajar bagaimana untuk mengembangkan kegiatan pembelajaran dan mengajar menggunakan metode pengajaran baru dalam praktek kelas.